Vegetatif : Metode perbanyakan dengan offshoot

by admin16

Perbanyakan dengan offshoot (anakan/cabang), juga disebut perbanyakan aseksual atau vegetatif, memberikan keuntungan pohon kurma akan sama atau identik dengan induknya karena anakan tersebut berkembang dari tunas ketiak pada batang tanaman induk sehingga buah yang dihasilkan akan mempunyai kualitas yang sama dengan pohon induk dan menjamin keseragaman hasil.

Tanaman cabang akan berbuah 2 – 3 tahun lebih awal dibandingkan tanaman semai. Masa hidup kurma dibagi menjadi dua fase perkembangan yang berbeda: vegetatif, di mana tunas yang terbentuk di ketiak daun berkembang menjadi cabang; dan generatif, di mana tunas membentuk bunga dan cabang berhenti. Sejak tunas ketiak daun berdiferensiasi menjadi cabang hingga tumbuh keluar, dibutuhkan waktu hingga tiga tahun (18 hingga 36 bulan), dan tiga hingga empat tahun lagi sebelum mencapai ukuran yang diinginkan untuk pemisahannya. penanaman (Hilgeman, 1954)

“Tanaman offshoot identik dengan induknya baik karakteristik dan kualitas hasil panen”

Kendala anakan adalah jumlah yang terbatas dan tidak dapat ditentukan kapan akan mucul diketiak, terbanyak adalah 20-30 anakan selama awal kehidupan pohon kurma yaitu antara 10-15 tahun sejak tanggal penanamannya, jumlah ini sangat tergantung pada varietas dan perlakuan pemupukan sebelumnya, pengairan, dan kondisi tanah disekitar batang, (Nixon dan Carpenter, 1978). di lapangan. Varietas Zahidi, Berim dan Hayani diketahui menghasilkan jumlah cabang yang banyak, sedangkan varietas Mektoum dan Barhee menghasilkan jumlah cabang yang relatif sedikit.

Bibit Anakan dikenali dari bentuknya yang melengkung, dan tidak mempunyai akar di sisi yang menghubungkannya dengan tanaman induk, sehingga menjadi tanda pada salah satu sisinya akibat terlepasnya pohon induknya.

Menyeleksi anakan kurma

Anakan yang dipilih untuk diambil harus bebas penyakit dan hama dan berumur minimal tiga sampai lima tahun dengan diameter pangkal antara 20 dan 35 cm, beratnya lebih dari 10 kg tetapi tidak lebih dari 25 kg karena kesulitan penanganan. Tanda-tanda anakan yang matang adalah tersedianya akar sendiri, pembuahan pertama dan dihasilkannya cabang generasi kedua (Nixon dan Carpenter, 1978).

Anakan kecil dengan berat 5 kg atau kurang baik untuk digunakan, namun potensi kelangsungan hidupnya akan jauh lebih rendah dibandingkan cabang besar. Mereka sebaiknya dipelihara terlebih dahulu, setidaknya selama dua tahun, di tempat pembibitan, atau tempat tidur kabut di rumah kaca atau struktur jaring peneduh (Reuveni dkk., 1972).

Dua jenis Anakan terdapat pada pohon kurma anakan bawah yaitu percabangan yang tumbuh di pangkal bawah batang dan anakan yang tumbuh dibagian atas pangkal batang atau lebih tinggi dr tanah, Dipercaya bahwa anakan rendah lebih aktif secara fisiologis daripada cabang tinggi karena hasil pengamatan anakan rendah tumbuh lebih cepat dilihat dari jumlah daun yang dihasilkan meningkat seiring bertambahnya usia, dan faktanya anakan yang tinggi memiliki lebih sedikit karbohidrat dibandingkan dengan cabang yang rendah, sehingga menghasilkan produksi akar yang rendah dan akibatnya tingkat kelangsungan hidup juga rendah. Diduga juga tumbuh cabang tinggi bila tidak ada buah di pohon palem.

Penting diketahui tentang offshoot

Anakan sangat rentan terhadap penyebaran hama dan penyakit kurma sehingga lebih baik dilakukan karantina terlebih dahulu sehingga anakan steril dan bisa di edarkan atau ditanam dilokasi lain.

“Offshoot potensi penyebaran hama dan penyakit pada kurma”

Pada saat Indonesian Date Palm Summit I tahun 2017 melalui ahli hama dari Irak Dr. Ali Zachi setelah menyebarnya serangan Red Palm Weevil Summit atau Rhynchophorus Ferrugineus semua perdagangan bibit dari anakan kurma dilarang keluar dari negara yang sedang terserang hama ini bahkan semua negara di Timur Tengah melarang masuknya bibit dari anakan kurma dari negara lain hal ini dilakukan untuk menjaga tidak terjadi penyebaran hama yang semakin meluas. Hal ini dilakukan karena siklus hidup RPW ini berada didalam batang pohon kurma atau anakan pohon kurma dan akan sulit dideteksi jika masih berbentuk telur. Jadi kita bisa belajar jika nantinya suatu daerah mengalami serangan RPW sebaiknya masing2 kebun bisa secara jujur meninformasikan kondisinya sehingga penyebarannya akan mudah dilokalisir.

Leave a Comment

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00