Tissue Culture : Metode perbanyakan dengan kultur jaringan

by admin16

Metode perbanyakan bibit kurma dengan kultur jaringan merupakan metode perbanyakan yang relatif baru dan menjadi primadona sampai hari ini. Banyak hal yang menguntungkan memakai metode ini jumlahnya bisa dilipatgandakan sesuai kebutuhan, tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca karena dilakukan di laboratorium, terjamin pertukaran bahan tanaman yang mudah dan cepat antar wilayah suatu negara atau antar negara tanpa risiko penyebaran penyakit dan hama dan yang paling penting produksi perbanyakan bibit kurma dengan metode ini akan didapat bibit yang seragam secara genetik, termasuk hasil panen juga seragam.

“Metode kultur jaringan akan mendapatkan bibit yang seragam secara genetik”

Yang menjadi kendala saat ini untuk bibit kultur jaringan adalah harga karena semua bibit masih di import dri luar negeri seperti Inggris, Perancis, Iran, Uni Emirat Arab yang saat ini kurasnya cukup tinggi terhadap rupiah juga pengiriman menggunakan pesawat agar lebih cepat sehingga bibit tidak terlalu stress dalam perjalanan.

Selain itu juga waktu masuk ke Indonesia masih membutuhkan waktu yang lama untuk melalui proses dari karantina untuk di teliti apakah ada hama atau penyakit bawaan dari negara pengirim sehingga dilakukan perawatan berjalan di Bandara dan masuk gudang cargo. Jadi Import bibit kurma yang legal sudah ada jaminan bebas hama dan penyakit dari negara pengirim juga dari badan karantina di Indonesia.

“Bibit kultur Jaringan jaminan bebas hama dan penyakit”

Dengan semakin besarnya permintaan bibit kurma maka efek yang terjadi adalah pemalsuan bibit, sehingga sejak tahun 2017 mulai memperkenalkan pemakain chip pada bibit yang dikeluarkan secara resmi sehingga menjadi jaminan bagi petani kurma bahwa yang akan ditanam adalah bibit kurma dengan jenis dan ukuran yang telah disepakati. Pemakain chip ini juga mendapatkan dukungan dari Direktorat Jendral Hortikultura yang saat itu menaungi budi daya kurma di Indonesia.

Sosialisasi pemakaian chip untuk bibit kurma kultur jaringan di Dirjen Hortikultura Kementan

Pemakaian chip ini sangat diupayakan agar yang memanfaatkan bibit ini tidak dirugikan terutama kerugian waktu karena kita baru akan tahu bibit ini benar atau palsu setelah 5 tahun atau setelah pohon kurma mulai berbunga atau berbuah.

Bibit kurma kultur jaringan memakai chip jaminan keaslian bibit

Pemasangan chip pada bibit kurma kultur jaringan ini mendapatkan tanggapan positif dan dukungan dari semua pihak sehingga sejak 2017 kita terapkan pada bibit kurma kuljar yang beredar, untuk kontrol apakah benar ada chip yang terpasang saat ini bisa memakai gadge atau smartphone yang sudah memakai NFC yang sudah mudah untuk kita dapatkan dipasaran, jadi cukup mudah untuk dikontrol oleh semua pihak yang terkait dan bisa mengurangi kerugian beberapa pihak akibat pemalsuan bibit.

“Chip pada bibit kurma kultur jaringan juga membantu pendataan penyebaran bibit di Indonesia”

Data penyebaran bibit kurma sangat penting untuk banyak hal seperti penentuan prioritas daerah mana yang memiliki, bagaimana perkembangan bibit berapa yang bertahan dan berapa yang mati, dan berapa yang sudah berbuah dimana saja daerah yang sangat cocok, sehingga bisa dilakukan untuk perencanaan budi daya kurma di Indonesia dimasa mendatang terutama kebijakan Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pertanian perihal dukungannya terhadap perkembangan kurma di Indonesia.

Bibit kurma kultur jaringan yang sudah memakai chip

Leave a Comment

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
-
00:00
00:00
Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00